JOMBANG, PojokUpdate.com – Panitia Bidang Kesehatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 menyiapkan layanan kesehatan terpadu guna mendukung kelancaran pelaksanaan agenda organisasi tersebut.
Ketua Panitia Bidang Kesehatan Munas-Konbes NU 2026 KH Zulfikar As’ad mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari pendirian posko kesehatan hingga penyiapan rumah sakit rujukan di lokasi kegiatan.
“Alhamdulillah, kami telah melakukan berbagai persiapan dengan menempatkan posko kesehatan di sejumlah titik, baik di sekitar panggung utama maupun di area sidang komisi,” ujar Gus Ufik dalam keterangannya.
Menurut dia, panitia telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Bangkalan mengingat rangkaian kegiatan Munas dan Konbes NU tahun ini berlangsung di dua daerah tersebut.
Selain itu, layanan kesehatan juga disiapkan sejak kedatangan peserta di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Langkah tersebut dilakukan karena peserta diperkirakan datang dari berbagai provinsi di Indonesia dalam waktu yang hampir bersamaan.
“Panitia juga menyiapkan armada bus yang akan mengantar peserta dari Bandara Juanda menuju lokasi kegiatan di Ploso, Kediri. Satu posko kesehatan lengkap dengan ambulans, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya ditempatkan di area bandara,” katanya.
Gus Ufik menjelaskan, pelayanan kesehatan selama Munas dan Konbes NU mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, rumah sakit pemerintah daerah, Lembaga Kesehatan PWNU Jawa Timur, PCNU Kediri dan Bangkalan, serta Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU).
Koordinasi dukungan rumah sakit dilakukan bersama Direktur RSI Sakinah Mojokerto, dr Ahmad Latifi, yang juga menjadi koordinator ARSINU Jawa Timur dalam kegiatan tersebut.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi dan antisipasi apabila peserta maupun penggembira membutuhkan layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
“Kami berupaya mempersiapkan semuanya sebaik mungkin, termasuk menetapkan rumah sakit rujukan apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Untuk wilayah Kediri, panitia menetapkan RSI Lirboyo dan RSUD Gambiran sebagai rumah sakit rujukan utama. Sementara di Bangkalan, rumah sakit rujukan yang disiapkan adalah RSUD Bangkalan.
Selain rumah sakit rujukan, sejumlah rumah sakit yang tergabung dalam ARSINU juga dilibatkan untuk mendukung layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Di lokasi kegiatan di Ploso, Kediri, dukungan diberikan oleh RSI Sakinah Mojokerto, RSI Unisma Malang, RSNU Tuban, RSI Madinah Tulungagung, RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik, RSNU Jombang, RS Mawaddah Medika Mojokerto, RSU Muslimat Ponorogo, RSNU Babat Lamongan, RSI Mabarrot Gresik, RSI Nashrul Ummah Lamongan, RSUI Madinah Kasembon Malang, dan RSNU Banyuwangi.
Sementara untuk Posko Ziarah Muassis NU di Jombang, layanan kesehatan didukung oleh RS Unipdu Medika Jombang dan RS Hasyim Asy’ari Jombang.
Adapun Posko Kesehatan Syaichona Cholil di Bangkalan didukung oleh RS Islam Surabaya A. Yani, RSI Darus Syifa Surabaya, dan RS Islam Surabaya Jemursari.
Sedangkan layanan kesehatan di Posko Bandara Juanda didukung oleh RSI Siti Hajar Sidoarjo.
Zulfikar berharap seluruh rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 dapat berlangsung lancar dan seluruh peserta memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal selama mengikuti kegiatan.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta merasa aman dan nyaman, sehingga dapat mengikuti seluruh agenda Munas dan Konbes NU dengan baik,” katanya.










