BANGKALAN, PojokUpdate.com – Program pelatihan kerja yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan terus menunjukkan hasil positif. Selain meningkatkan kompetensi pencari kerja, program tersebut juga membuka peluang besar bagi peserta untuk terserap ke dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Disperinaker Bangkalan, Indah Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat dua kejuruan yang telah menyelesaikan pelatihan, sementara lima kejuruan lainnya masih berlangsung.
“Dua kejuruan yang sudah selesai adalah Tata Rias dan Pembuatan Roti dan Kue. Alhamdulillah peserta sangat antusias dan semangat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurut Indah, keberhasilan program pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang lulus, tetapi juga dari kompetensi yang dimiliki setelah pelatihan berakhir.
Karena itu, seluruh peserta diwajibkan mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo, lembaga pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan.
“Setelah pelatihan selesai, peserta mengikuti uji kompetensi. Bagi yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” jelasnya.
Sertifikasi tersebut menjadi nilai tambah bagi peserta saat memasuki dunia kerja karena kompetensinya telah diakui secara nasional.
Tak hanya fokus pada pelatihan, Disperinaker Bangkalan juga aktif menjembatani peserta dengan dunia usaha dan industri.
Salah satu bentuk kerja sama yang telah dilakukan adalah dengan PT Adiluhung Yamaha untuk membuka akses penempatan kerja bagi lulusan pelatihan. Indah menyebutkan, peluang lulusan untuk terserap ke dunia kerja cukup tinggi.
“Peluang penempatannya di atas 75 persen, baik bekerja di sektor formal maupun informal, termasuk yang memilih bekerja secara mandiri,” katanya.
Untuk meningkatkan angka penempatan kerja, Disperinaker menerapkan strategi Job Matching dan Job Canvassing. Melalui metode tersebut, pihaknya mendata bakat, minat, dan kompetensi peserta sebelum mencocokkannya dengan kebutuhan tenaga kerja yang tersedia.
“Kami melakukan pemetaan kompetensi peserta, kemudian kami matching-kan dengan lowongan kerja yang ada. Selain itu, kami juga memasarkan alumni pelatihan kepada perusahaan atau pemberi kerja yang membutuhkan tenaga kerja,” terangnya.
Sementara bagi peserta yang ingin berwirausaha, Disperinaker memberikan pendampingan dan fasilitasi agar dapat mengakses bantuan modal usaha melalui program SkillHub yang tersedia di platform SIAPKerja milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Meski pelaksanaan pelatihan berjalan lancar, Indah mengakui masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah kebutuhan untuk membuka kejuruan baru yang lebih relevan dengan perkembangan dunia usaha dan industri.
“Bidang perhotelan misalnya, saat ini cukup diminati pencari kerja, baik untuk bekerja di dalam negeri maupun luar negeri. Namun untuk membuka kejuruan baru diperlukan dukungan sarana-prasarana pelatihan serta SDM instruktur yang memadai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi menjadi kendala utama dalam pengembangan program pelatihan kerja ke depan.
Meski demikian, Disperinaker Bangkalan tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pelatihan dan memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
Dengan kompetensi yang teruji dan sertifikasi resmi dari BNSP, lulusan pelatihan diharapkan mampu bersaing di pasar kerja sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.(Abd Latif)










