JOMBANG, PojokUpdate.com – Kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret 3 mantan petinggi BGN terus menuai sororotan. Dalam kasus tersebut, tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) telah ditangkap dan ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.
Di Kabupaten Jombang, nampaknya ada indikasi beberapa dapur yang terafiliasi dengan mantan 3 petinggi BGN tersebut. Bahkan, ada beberapa titik-titik baru SPPG yang dibangun meski ID belum keluar.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jombang, I Made Deady mengaku siap melakukan Investigasi dan audit terhadap SPPG yang diduga terafiliasi dengan mantan petinggi BGN jika ada perintah dari Kejaksaan Agung.
“Pada intinya kita siap bergerak karena pada prinsipnya, kasus ini sudah ditangani oleh Kejaksaan Agung. Tapi sewaktu-waktu ketika ada perintah untuk turun, kita akan segera bertindak untuk turun,” ungkap Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jombang, Rabu (10/06/2026).
Di Kabupaten Jombang sendiri, indikasi sejumlah dapur yang terafiliasi dengan 3 mantan petinggi BGN mulai tercium. Salah satu sumber yang enggan disebut namanya menceritakan, ada salah satu SPPG di Kecamatan Mojowarno yang sudah dibangun meski belum mendapatkan ID dari BGN.
“Iya ada, saya tanya kok berani? Katanya ada yang jamin dari BGN dengan membawa surat dari Pak Sony (mantan Wakil Kepala BGN). Ada tandantangannya juga,” ungkap narasumber tersebut.
Ia juga menyoroti bertambahnya titik SPPG yang meningkat drastis dari pengajuan awal. Hal ini menurutnya sudah tidak wajar karena tidak sesuai dengan jumlah penerima manfaat.
“Jombang dulu pengajuan pertama 130, terus 150, lah sekarang jadi 250. Lah kalau dihitung dari jumlah penerima manfaatnya itu, gak cukup. Jadi ya banyak orang bangun tanpa daftar. Itulah mulai disebut titik-titik ilegal, dan itu rencananya mau diaudit oleh Kejaksaan juga,” pungkasnya.










